Minggu, 17 Oktober 2010

Tugas Resume Pengantar Bisnis Bab 5


DISAIN DAN PERILAKU ORGANISASI

1.      PENGERTIAN ORGANISASI
A.    Apakah yang Dimaksud dengan Organisasi
Dalam berbagai aktivitas, kita selalu berkaitan dengan organisasi. Banyak keberhasilan perusahaan bergantung pada organisasi. Adanya struktur yang mapan sangat diperlukan untuk menjamin agar rencana manajer dapat dilaksanakan. Menurut Boone dan Kurtz, organisasi didefinisikan sebagai berikut :
Organisasi adalah suatu proses tersusun yang orang-orangnya berinteraksi untuk mencapai tujuan.
Manajer harus menyusun suatu struktur organisasi formal yang orang-orang serta sumber-sumber fisiknya dipersiapkan dengan baik untuk melaksanakan rencana dan mencapai tujuan keseluruhan. Definisi organisasi itu mencakup tiga elemen pokok, yaitu interaksi manusia, kegiatan mengarah pada tujuan, dan struktur.

2.      ORGANISASI FORMAL DAN INFORMAL
A.    Organisasi Formal
Merupakan sistem tugas, hubungan wewenang, tanggung jawab, dan pertanggungjawaban yang dirancang oleh manajemen agar pekerjaan dapat dilakukan. Organisasi formal merupakan bagian yang dapat dilihat pada bagan organisasi. Sedangkan organisasi informal tidak. Beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam penyusunan struktur organisasi formal adalah wewenang, tanggung jawab, pertanggungjawaban, delegasi, dan koordinasi.

B.     Organisasi Informal
Adalah suatu jaringan hubungan pribadi dan sosial yang mungkin tidak dilakukan atas dasar hubungan wewenang formal. Organisasi informal terjadi dalam semua perusahaan karena adanya interaksi manusia, dan orang akan selalu berinteraksi serta membentuk keakraban. Komunikasi yang terjadi dalam organisasi informal berjalan dengan cepat dari mulut ke mulut. Sistem komunikasi ini disebut sistem tanaman rambat.

C.     Sentralisasi VS Desentralisasi
Organisasi yang disentralisir merupakan sebuah sistem yang wewenang serta pengendaliannya dipegang di suatu pusat, biasanya eksekutif puncak. Sedangkan organisasi yang didesentralisir merupakan suatu usaha sistematis untuk mendelegasikan kepada jenjang bawah semua wewenang kecuali yang harus dilaksanakan pada jenjang tertinggi.

3.      STRUKTUR ORGANISASI DAN PENYUSUNANNYA
Struktur organisasi yang ditentukan dengan baik juga harus mendukung moral karyawan. Karyawan yang mengetahui tentang apa yang diharapkan dari pekerjaan, siapa atasannya, dan bagaimana pekerjaan itu cocok dengan struktur organisasi keseluruhan, semuanya diarahkan untuk membentuk angkatan kerja yang loyal dan harmonis.
A.    Pembentukan Organisasi
Struktur organisasi formal didasarkan pada analisa dati tiga elemen kunci setiap organisasi, yaitu interaksi kemanusiaan, kegiatan yang terarah ke tujuan, dan struktur.
-          Hierarki Tujuan
Hierarki tujuan organisasi berlingkup dari tujuan perusahaan keseluruhan sampai tujuan-tujuan khusus yang ditetapkan untuk masing-masing karyawan.
-          Departementalisasi
Pembentukan struktur organisasi dimulai dengan penganalisisan kegiatan-kegiatan utama organisasi. Di kebanyakan perusahaan kegiatan ini berupa produksi, pemasaran, pembelanjaan, dan personalia. Masing-masing ditugaskan ke departemen atau bagian yang berbeda dalam perusahaan termasuk manajer dan karyawannya.
-          Wewenang dan Tanggung Jawab
Tindakan menugaskan bawahan disebut pendelegasian. Dalam pendelegasian kegiatan, manajer memberikan tanggung jawab kepada bawahan untuk melaksanakan tugas-tugas yang ditugaskannya. Di samping tanggung jawab, bawahan juga diberi wewenang yang sepadan dengan tanggung jawab tersebut. Setelah melakukan tugas sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya, bawahan harus memberikan pertanggungjawaban kepada atasannya.
-          Berapa Banyak Bawahan yang Harus Ada di Bawah Seorang Manajer?
Rentangan pengendalian (span of control) merupakan jumlah optimal bawahan yang dapat dikelola oleh seorang manajer. Faktor-faktor kritis dalam menentukan rentangan pengendalian yang optimal adalah jenis pekerjaan, pelatihan karyawan, kemampuan manajer, dan efektifitas komunikasi.
-          Menjamin Komunikasi yang Efektif
Komunikasi merupakan tugas yang relatif sederhana bagi organisasi kecil. Pesan-pesan, banyak yang dibeikan secara tertulis melalui beberapa jenjang dalam organisasi. Pengirim pesan harus mengetahui siapa penerimanya dan harus yakin bahwa pesan itu ditulis secara jelas serta dapat ditafsirkan secara benar.
-          Menghindari Pertumbuhan Organisasi yang Tidak Perlu
Dengan meningkatkan kekomplekan dan ukuran organisasi muncul kecenderungan untuk menambah personalia atasan dan spesialis. Kecenderungan ini bersifat alami seperti yang dapat terjadi dalam desentralisasi dan para manajer mengetahui bahwa rentang pengendalian mereka terbatas. Akan tetapi, perencana organisasi harus yakin bahwa jenjang manajer baru dan beberapa penasehat teknis sangat diperlukan, atau akan terjadi kenaikan sedikit dalam keluaran produksi atau efisiensi.

B.     Bentuk-bentuk Struktur Organisasi
Suatu bagan yang menggambarkan tentang hubungan tersebut termasuk hubungan antara masing-masing kegiatan atau fungsi dinamakan bagan organisasi atau struktur organisasi. Yang menjadi dasar dalam organisasi ini adalah pembagian kekuasaan (authority) dan tanggung jawab (responsibility). Sebenarnya bentuk struktur organisasi ini bermacam-macam, tetapi pada pokoknya ada lima yaitu organisasi garis (line organization), organisasi garis dan staf (line dan staf organization), organisasi fungsional (functional organization), komite (committee) dan organisasi matrik.

C.     Organisasi Garis
Kebaikan :
-          Adanya kesatuan dalam pimpinan dan perintah
-          Pimpinan dapat lebih cepat dalam mengambil keputusan
-          Pimpinan dapat lebih cepat dalam memberikan perintah
-          Menghemat biaya
Keburukan :
-          Sering terdapat birokrasi yang menghambat jalannya perusahaan
-          Tidak adanya spesialisasi menyebabkan tugas yang berat bagi para petugas sehingga kurang efisien
-          Kurangnya kerjasama di antara masing-maisng bagian

D.    Organisasi Garis dan Staf
Kebaikan :
-          Pimpinan lebih leluasa dalam memberikan saran terhadap tugas khusus di luar bagian
-          Staf dapat membantu untuk mengatasi berbagai persoalan sehingga akan memperingan pekerjaan dan meningkatkan efisiensi kerja
-          Staf dapat mendidik para petugas
-          Adanya kesatuan dalam pimpinan sehingga menciptakan aliran kekuasaan dengan jelas
Keburukan :
-          Kadang-kadang staf tidak lagi memberikan saran tetapi perintah
-          Dapat menimbulkan anggapan pada petugas untuk lebih percaya kepada staf daripada atasannya
-          Staf dapat ikut disalahkan apabila saran yang diberikan tidak memperoleh hasil

E.     Organisasi Fungsional
Kebaikan :
-          Masing-masing fungsi dipegang oleh orang yang ahli dalam bidangnya
-          Tugas para manajer menjadi lebih ringan dengan adanya pembagian fungsi
Keburukan :
-          Membingungkan para pekerja karena tidak ada kesatuan dalam pimpinan dan perintah
-          Tidak ada hubungan garis secara langsung dengan atasan
-          Kesulitan-kesulitan yang timbul tidak dapat secara cepat diatasi
-          Kurangnya koordinasi sering menimbulkan perselisihan di antara para manajer

F.      Organisasi Komite
Kebaikan :
-          Merupakan sebuah forum untuk saling bertukar pendapat di antara beberapa anggota
-          Keputusan ditentukan bersama-sama
-          Menciptakan koordinasi yang lebih baik
-          Meningkatkan pengawasan
Keburukan :
-          Kesulitan dalam mempersiapkan pertemuan
-          Keharusan untuk berkompromi
-          Sering menimbulkan kesimpang-siuran dalam organisasi
-          Tidak mempunyai kekuasaan untuk mendukung saran-saran yang diberikan

G.    Organisasi Matrik
Kebaikan :
-          Luwes
-          Memberikan metode untuk memusatkan perhatian pada masalah-masalah utama yang spesifik atau persoalan-persoalan teknis yang unik
-          Memberikan alat inovasi tanpa mengganggu struktur organisasi yang ada
Keburukan :
-          Beberapa masalah dapat muncul karena pendekatan ini melanggar prinsip kesatuan perintah yang tradisional (satu atasan untuk masing-masing individu)
-          Manajer proyek dapat menjumpai kesulitan dalam mengembangkan tim terpadu dari orang-orang yang berasal dari bagian-bagian yang berbeda
-          Konflik dapat muncul antara manajer proyek dengan manajer-manajer lain

4.      PERILAKU ORGANISASI
Prediktor-prediktor penting dalam organisasi kerja meliputi kelompok kerja, motivasi, sikap pekerjaan, dan kepemimpinan.
A.    Kelompok Kerja
Dalam organisasi bisnis, kelompok kerja itu merupakan sekumpulan karyawan yang secara bersama-sama mempunyai pekerjaan serupa (umum) dan melihat diri mereka sebagai satu kelompok.

B.     Motivasi
Setiap orang pasti mempunyai motivasi sebagai alasan mereka berperilaku tertentu. Dengan kata lain, motivasi merupakan motif intern yang menyebabkan orang berperilaku seperti yang mereka lakukan.
-          Jenjang Kebutuhan Karyawan
Kebutuhan karyawan dan jenjangnya dapat ditentukan atas dasar penemuan Abraham H. Maslow (seorang ahli psikologi) tentang kebutuhan manusia. Teori motivasi dari Maslow menekankan dua ide dasar yaitu :
(a)    Orang mempunyai banyak kebutuhan, tetapi hanya membutuhkan kebutuhan yang belum terpenuhi saja yang dapat mempengaruhi perilaku manusia.
(b)   Kebutuhan manusia dikelompokkan dlam sebuah hierarki kepentingan.

C.     Pekerjaan dan Sikap Jabatan
Perkembangan teknologi dewasa ini telah menyebabkan penggunaan mesin dan peralatan otomatis yang lebih besar. Akibatnya, karyawan di pabrik kadang-kadang mengeluh bahwa pekerjaan mereka membosankan. Mungkin mereka merasa tidak memperoleh kesempatan untuk menggunakan keterampilannya. Kecenderungan ke arah yang lebih otomatis di bidangg manufaktur dan pertanian lambat laun akan mendapat tantangan darii serikat buruh. Kepuasan jabatan telah dikaitkan dengan perputaran dan absentiisme dalam angkatan kerja. Moral merupakan sikap umum dari angkatan kerja dalam sebuah perusahaan terhadap jabatan mereka. Sedangkan kepuasan jabatan merupakan istilah lain yang memberikan arti banyak tentang hal yang sama.

D.    Kepemimpinan
Dalam perusahaan, kepemimpinan itu berkaitan dengan oengarahan kepada karyawan untuk melakukan pekerjaan. Ini menjadi bagian penting dalam memahami perilaku kerja. Beberapa penelitian telah memperlihatkan bahwa tidak ada “suatu cara terbaik” untuk memimpin karyawan. Ini bergantung pada pemimpinnya, karyawan, dan situasi yang ada. Manajer yang baik pasti akan mendapatkan hasil pekerjaan lebih banyak dari bawahannya dengan sikap sebagai pemimpin yang baik. Untuk mengetahui gaya kepemimpinan yang sesuai, mereka tidak hanya melihat posisinya sebagai manajer yang menghendaki segalanya telah dilakukan, tetapi mereka harus pula belajar bekerja dalam struktur yang ada secara efektif.


            Nama          : Eka Rohmawati
          NPM          : 22210293
          Kelas          : 1EB17
     
REFERENSI :
Buku PENGANTAR BISNIS MODERN
Edisi ketiga
Disusun oleh : DR. BASU SWASTHA DH., SE., MBA dan IBNU SUKOTJO W, SE
Penerbit : LIBERTY, YOGYAKARTA

Jumat, 15 Oktober 2010

Tugas Makalah IBD (Peran Budaya Daerah Memperkokoh Ketahanan Budaya Nasional)

Mata Kuliah : Ilmu Budaya Dasar
Dosen  : Muhammad Burhan Amin

Topik Makalah
Peran Budaya Daerah Memperkokoh Ketahanan Budaya Nasional

Kelas   : 1EB17

Deadline Makalah : 16 Oktober 2010
Tanggal Penyerahan / Upload Makalah : 16 Oktober 2010


PERNYATAAN

Dengan ini kami menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam penyusunan makalah ini saya buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim/pihak lain.

Apabila terbukti tidak benar, saya siap menerima konsekuensi untuk mendapat nilai 1/100 untuk mata kuliah ini.

PENYUSUN

NPM
NAMA
TANDA TANGAN
22210293
Eka Rohmawati

 
Program Sarjana Ekonomi Akuntansi
Universitas Gunadarma



KATA PENGANTAR


Assalammualaikum Wr.Wb.

            Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat ALLAH SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahNya kepada kita semua sehingga kita dalam keadaan sehat walafiat, dan saya pun mengucapkan syukur Alhamdulillah karena telah menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya.

            Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Muhammad Burhan Amin yang telah memberikan bimbingannya mengenai penyusunan makalah ini. Makalah yang mengambil topik “Peran Budaya Daerah Memperkokoh Ketahanan Budaya Nasional” merupakan satu bagian pembelajaran dari mata kuliah Ilmu Budaya Dasar (IBD). Makalah ini berisikan tentang analisis secara keseluruhan budaya daerah yang ada di Indonesia. Karena Indonesia dikenal akan budayanya, namun banyak permasalahan yang dihadapi juga dalam mempertahankan atau melestarikannya. Dengan makalah ini diharapkan juga dapat mengupas permalahan tersebut dan dapat disimpulkan hasil yang baik dan berguna untuk semuanya, baik untuk saya sendiri, masyarakat Indonesia ataupun pemerintah. Makalah ini membahas tentang kekuatan dan kelemahan budaya daerah, peluang dan tantangan dalam mempertahankan atau melestarikannya agar tidak hilang. Karena budaya daerah termasuk identitas sebuah bangsa, ciri khas yang perlu dijaga dan dilestarikan. 

            Demikianlah makalah ini saya buat, saya mohon maaf apabila ada kesalahan baik dalam penulisan yang disengaja atau tidak disengaja dan semoga makalah ini bermanfaat bagi saya dan orang lain yang membacanya. Akhir kata, wabilahi taufik walhidayah

Wassalammualaikum Wr.Wb.

   
        ttd
PENYUSUN




BAB I
PENDAHULUAN


1.      Latar Belakang
Latar belakang dari pembuatan makalah ini bukanlah hanya untuk tugas atau kewajiban seorang mahasiswa untuk menyelesaikan apa yang diberikan dosen untuknya, tetapi karena budaya daerah yang ada sekarang sudah mulai pudar bahkan sudah mulai hilang. Padahal bangsa Indonesia ini adalah bangsa yang bersemboyankan “Bhineka Tunggal Ika”, yang berarti walau berbeda-beda namun tetap satu jua, semboyan yang menunjukkan bahwa bangsa ini kaya akan budayanya. Dengan makalah ini kita bisa menganalisis tentang budaya daerah tersebut yang sebenarnya punya pengaruh besar terhadap ketahanan bangsa. Potensi budaya daerah sampai tantangan atau hambatannya untuk mempertahankan budaya daerah akan di bahas dalam makalah ini.

2.      Tujuan
Tujuan daripada pembuatan makalah ini adalah untuk mempelajari peran budaya daerah dalam memperkokoh ketahanan budaya bangsa. Dengan berharap tujuan itu dapat tercapai maka perlu adanya spesifikasi masalah yang akan dibahas dan ada penyelesaiannya juga. Dengan begitu setelah membaca makalah ini, seseorang akan mengerti akan peran budaya daerah yang sesungguhnya sangat besar itu.

3.      Sasaran
Untuk sasaran makalah ini adalah saya sendiri, para pembaca, masyarakat dan pemerintah. Diharapkan pada semua pihak untuk dapat mempertahankan budaya daerah dengan cara melestarikannya dengan baik, karena budaya daerah adalah identitas sebuah bangsa. Bagus tidaknya sebuah bangsa tergantung kepada budaya daerahnya.



BAB II
PERMASALAHAN


Analisis permasalahan peran budaya daerah memperkokoh ketahanan budaya nasional dengan memperhatikan dan mempertimbangkan kondisi lingkungan internal maupun eksternal dilihat dari beberapa aspek, yaitu SWOT. Yang dimaksud SWOT disini adalah S = Strength (Kekuatan) ; W = Weakness (Kelemahan) ; O = Opportunity (Peluang) ; T = Threats (Tantangan). Dari keempat aspek tersebut akan diperjelas satu persatu di bawah ini.

1.      Kekuatan (Strength)
a.       Budaya daerah sebagai ciri khas bangsa
Yang dimaksud dengan budaya daerah sebagai ciri khas bangsa adalah dalam sebuah bangsa yang terdiri atas beberapa daerah pastinya memiliki budaya masing-masing dan itu yang menyebabkan perbedaan satu daerah dengan daerah yang lain. Ciri khas daerah tersebut akan menjadi ciri khas bangsanya juga.

b.      Budaya daerah sebagai kebanggaan sebuah bangsa
Yang dimaksud dengan budaya daerah sebagai kebanggaan sebuah bangsa adalah budaya daerah yang dimiliki, yang merupakan ciri khas bangsa akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi bangsanya. Kebanggaan tersebut timbul karena kita mencintai budaya kita sendiri yang kemudian menjaganya dan melestarikannya. Karena tidak semua bangsa memiliki budaya daerah yang bangsa kita miliki.

c.       Nilai artistik sebuah budaya daerah
Sebuah budaya daerah mengandung nilai-nilai yang artistik, dimana nilai-nilai tersebut memiliki maksud dan tujuan tertentu. Salah satu alasan kenapa sebuah budaya daerah itu dipertahankan adalah karena nilai atau tujuannya. Nilai-nilainya ada yang berupa nilai agama, kemanusiaan, dan lain sebagainya.

d.      Budaya daerah sebagai ketahanan bangsa
Bangsa yang kuat adalah bangsa yang bisa mempertahankan budayanya. Budaya bangsa yang terdiri dari budaya daerah-daerahnya dapat menjadi kekuatan, karena budaya daerah tersebut dapat memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan bangsa.
2.      Kelemahan (Weakness)
a.       Kurangnya sosialisasi dan publikasi
Sebuah budaya daerah yang dimiliki tidak akan berkembang jika tidak di sosialisasikan atau publikasikan. Itu juga yang menyebabkan budaya daerah lama-kelamaan akan pudar. Budaya daerah yang terus menerus hanya diperkenalkan di sekitar daerahnya saja akan sulit untuk dipertahankan.

b.      Kurangnya kepedulian
Kurangnya rasa peduli terhadap sebuah budaya daerah dapat juga membuat budaya tersebut akan terlupakan. Sebuah budaya yang mulanya melekat erat tapi jika tidak ada rasa kepedulian maka akan terlepas dengan sendirinya.
  
c.       Keterbatasan pengetahuan tentang budaya daerah
Pengetahuan tentang budaya dasar yang dimiliki oleh seseorang terkadang masih sangat minim, itulah yang menyebabkan sebuah budaya daerah sulit untuk dikembangkan. Hanya orang-orang tertentu yang berada di daerah tersebut yang benar-benar tahu tentang budaya daerah itu.

d.      Kurangnya komunikasi masyarakat
Dalam suatu masyarakat terkadang jarang atau bahkan tiidak pernah berkomunikasi. Ini juga dapat menyebabkan salah pengertian tentang budaya yang dimiliki suatu daerah, dan akhirnya dapat menimbulkan perselisihan antar daerah. Ketidakjelasan maksud dan tujuan, juga mempengaruhi salah paham antar masyarakatnya baik dalam satu daerah atau daerah yang lain.


3.      Peluang (Opportunity)
a.       Dapat diakui di dunia Internasional
Dengan adanya budaya daerah yang dimiliki sebuah bangsa atau negara, maka budaya tersebut dapat diakui, bukan hanya diakui di kalangan nasional tapi internasional juga bisa mengakuinya. Karena budaya daerah merupakan ciri khas sebuah bangsa, maka tidak menutup kemungkinan hanya satu bangsa yang memiliki budaya tersebut, contohnya Indonesia yang memiliki tari pendet dari Bali.

b.      Di kenal oleh penjuru dunia
Sebuah budaya yang dijaga dan dilestarikan akan membuat budaya tersebut lebih dikenal oleh masyarakat, bahkan sudah ada budaya dari Indonesia yang dipelajari oleh orang luar negeri, contohnya gamelan. Karena budaya daerah itu sendiri tidak sedikit yang mempengaruhi minat orang asing untuk melihatnya,mengenalnya bahkan mempelajarinya.

c.       Dapat menambah devisa negara
Devisa negara dapat bertambah dengan adanya budaya daerah. Hal itu bisa terjadi karena dengan budaya daerah yang menarik wisatawan asing untuk pergi ke Indonesia, baik untuk menikmati alam Indonesia atupun mengenal budaya daerahnya. Karena terkesan unik dan tidak ada di negaranya, merupakan salah satu alasan wisatawan asing datang ke Indonesia.

d.      Memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa
Dengan mempertahankan atau melestarikan budaya daerah maka kita juga bisa memperkokoh persatuan dan kesatuan antar masyarakat dalam suatu bangsa. karena Indonesia ini kaya akan budayanya, maka jika dipertahankan dengan baik kita (Indonesia) akan jadi negara yang satu, negara yang utuh.


4.      Tantangan (Threats)
a.       Adanya budaya asing
Diibaratkan sebagai musuh atau momok yang menakutkan, budaya asing yang kini merambah ke dalam negeri. Budaya asing tersebut sudah mulai menggeser budaya daerah bangsa. Jika terus menerus tidak menjaga dan melestarikan budaya negeri maka akan tertutup dengan budaya asing tersebut yang tidak semuanya baik untuk diikuti.

b.      Generasi Muda
Tanggung jawab paling besar tentang budaya daerah untuk saat ini adalah terletak di pundak para generasi muda. Mereka yang sudah seharusnya melestarikan budaya daerah tetapi merekalah yang melupakannya. Kurangnya minat dan kesadaran akan menjaga budaya daerahnya sendiri dan tidak adanya rasa peduli akan budayanya. Sangat sulit untuk saat ini menemukan anak-anak muda yang masih senantiasa menekuni budaya daerah.

c.       Perlunya biaya yang besar
Untuk melestarikan dan mempertahankan budaya daerah tidak mungkin tidak memerlukan biaya yang besar. Maka dari itu, biaya juga sangat berpengaruh untuk kelangsungan hidup sebuah buadaya daerah. Dan dari pihak pemerintah pun jarang menyumbangkan dana negara untuk mengembangkan sebuah budaya daerah.

d.      Adanya kemajuan teknologi
Kemajuan teknologi juga berpengaruh terhadap budaya daerah. Berpengaruh karena dengan majunya teknologi saat ini maka ciri budaya daerah yang masih menggunakan teknologi atau alat yang sederhana sudah mulai ditinggalkan. Dengan pemikiran orang-orang yang ingin lebih praktis dan mudah, dan pengaruh globalisasi, orang-orang ingin lebih tahu apa yang ada di luar sana, sudah tidak lagi apa yang ada di dalam sini, di negeri atau daerah sendiri.



BAB III
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI


1.      Kesimpulan
a.       Ternyata budaya daerah sangat mempengaruhi bangsa terutama untuk ciri khas bangsa itu sendiri, dimana negara yang baik adalah negara yang menjaga dan melestarikan budaya daerahnya dengan baik
b.      Sulitnya mempertahankan budaya daerah adalah minimnya rasa peduli baik dari masyarakat maupun pemerintah.
c.       Dengan adanya budaya daerah maka banyak sekali keuntungan dan manfaatnya, salah satunya adalah diakui di dunia internasional dan menambah devisa negara.
d.      Untuk mempertahankan budaya daerah juga membutuhkan perjuangan yang tidak mudah, perlu adanya kesadaran dari dalam diri masing-masing bukan karena terpaksa.


2.      Rekomendasi
a.       Sudah seharusnya budaya daerah itu di sosialisasikan dan di publikasikan agar semua orang tahu dan mengenal akan budaya yang dimiliki.
b.      Rasa kepedulian dari dalam diri sendiri perlu di tingkatkan untuk melestarikan budaya daerah agar tidak punah.
c.       Memperdalam pengetahuan tentang budaya daerah yang mungkin belum diketahui agar lebih tahu tentang budaya tersebut.
d.      Meningkatkan komunikasi antar masyarakat agar tercipta satu kesatuan yang utuh dengan budaya yang baik.



REFERENSI