Rabu, 24 April 2013

#2nd Assigments of English Bussiness 2 - PART 3

Name : Eka Rohmawati
Class : 3eb17
NPM : 22210293


Part 3


1.       Beautiful       : My mother is beautiful.
2.       Beauty          : the beauty of a good woman will show off from outside or inside.
3.       Beautifully     : Kim Youn Ah was dancing in ice land beatifully.
4.       Beautify        : At her young sister’s wedding party, her hair a beautify her self.

1.       Good         : Daebak Fan Cafe is the good korean food restaurant.
2.       Goodness  : I like him because his goodness to help his friends.
3.       Well          : i can speak korean well.

1.       Fast               : In MBC olympic, Sully was run very fast so it made her to be a winner.
2.       Fastly            : Rahma with her friends form UK is talking english fastly so i can’t  understanding.

1.       Sharp            : My scissors is sharp which i use it to cut everything.
2.       Sharply         : My new friend see the other people sharply.
3.       Sharpen        : Sometimes the eye liner sharpen your sight.

1.         Quick           : The boy eat so quick as usual.
2.         Quickness    : The test drive of new car product is compare a quickness with a same product in another company.
3.         Quickly        : Her boyfriend is eat noodle quickly.
4.         Quicken       : After hear the announcement that our lecture have came to our class, we eat quicken from before.    

#2nd Assigments of English Bussiness 2 - PART 2

Name : Eka Rohmawati
Class : 3eb17
NPM : 22210293


Part 2

No.
Adjective
Noun
Adverb
Verb
1.
Beautiful
Beauty
Beautifully
Beautify
2.
Good
Goodness
Well
-
3.
Fast
-
Fastly
-
4.
Sharp
-
Sharply
Sharpen
5.
Quick
Quickness
Quickly
Quicken

#2nd Assigments of English Bussiness 2 - PART 1

Name : Eka Rohmawati
Class : 3eb17
NPM : 22210293


Part 1

1. The exam was difficult because i didn't study last night.

    Noun                     : The exam
    Adjective               : difficult
    Verb                      : study
    Adverb                  : last night

2. Rama will buy a new car next year with his own money.
    Noun                     : Rama
    Adjective               : new
    Verb                      : buy
    Adverb                  : next year

3. I read a old book in my room with a cup of coffee.
    Noun                     : I
    Adjective               : old
    Verb                      : read
    Adverb                  : my room

4. My little sister is cute so it makes everyone wanna kiss on her chick every time.
    Noun                     : My little sister
    Adjective               : cute
    Verb                      : kiss
    Adverb                  : every time

5. The chair is broke so it should changed with a new chair soon.
    Noun                     : The chair
    Adjective               : new
    Verb                      : changed
    Adverb                  : soon

Selasa, 05 Maret 2013

#1st Assignment of English Bussiness 2


Name : Eka Rohmawati
Class : 3EB17
NPM : 22210293

#1st Assignment of English Bussiness 2
                                 
      1.       3 sentences of Simple Present Tense
      (+) Cha goes to Bali with her friends every week
      (-) Cha doesn’t go to Bali with her friends every week
      (?) Does Cha go to Bali with her friends every week ?

      2.       3 sentences of  Simple Past Tense
      (+) Cha went to Bali by bus last week
      (-) Cha didn’t went to Bali by bus last week
      (?) Did Cha went to Bali by bus last week ?

      3.       3 sentences of Simple Present Continuous
      (+) Cha is studying mathematics in her room
      (-) Cha isn’t studying mathematics in her room
      (?) Is Cha studying mathematics in her room ?

      4.       3 sentences of Simple Present Prefect
      (+) I have downloaded videos of Super Junior
      (-) I haven’t downloaded videos of Super Junior 
      (?) Have I downloaded videos of Super Junior ?

      5.       3 sentences of Simple Present Future
      (+) I will go to Korea next month
      (-) I will not go to Korea next month
      (?) Will I go to Korea next month ?


[LINK] Let visit us! ^^
http://gunadarma.ac.id/

Rabu, 24 Oktober 2012

Karya Ilmiah


Nama : Eka Rohmawati
Kelas : 3EB17
NPM : 22210293

KARYA ILMIAH

Pengertian Karya Ilmiah Menurut Eko Susilo, M. 1995:11
Suatu karangan atau tulisan yang diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/ keilmiahannya.

Karya Ilmiah atau tulisan ilmiah adalah karya seorang ilmuwan (yang berupa hasil pengembangan) yang ingin mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang diperoleh melalui kepustakaan, kumpulan pengalaman, dan pengetahuan orang lain sebelumnya.

Karya ilmiah: pernyataan sikap ilmiah peneliti.

Tujuan karya ilmiah: agar gagasan penulis karya ilmiah itu dapat dipelajari, lalu didukung atau ditolak oleh pembaca.

Fungsi karya ilmiah: sebagai sarana untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

1.    Penjelasan (explanation)
2.    Ramalan (prediction)
3.    Kontrol (control)

Hakikat karya ilmiah: mengemukakan kebenaran melalui metodenya yang sistematis, metodologis, dan konsisten.

Syarat menulis karya ilmiah

1. motivasi dan displin yang tinggi
2. kemampuan mengolah data
3. kemampuan berfikir logis (urut) dan terpadu (sistematis)
4. kemampuan berbahasa

Sifat karya ilmiah formal harus memenuhi syarat:

1.Lugas dan tidak emosional
mempunyai satu arti, sehingga tidak ada tafsiran sendiri-sendiri (interprestasi yang lain).
2.Logis
disusun berdasarkan urutan yang konsisten
3.Efektif
satu kebulatan pikiran, ada penekanan dan pengembagan.
4.efisien
hanya mempergunakan kata atau kalimat yang penting dan mudah dipahami
5. ditulis dengan bahasa Indonesia yang baku.

Jenis-jenis karya ilmiah
umum karya ilmiah di perguruan tinggi, menurut Arifin (2003), dibedakan menjadi:

1. Makalah adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif. makalah menyajikan masalah dengan melalui proses berpikir deduktif atau induktif.

2. Kertas kerja seperti halnya makalah, adalah juga karya tulis ilmiah yang menyajikan sesuatu berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif. Analisis dalam kertas kerja lebih mendalam daripada analisis dalam makalah.

3.Skripsi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasarkan pendapat orang lain. Pendapat yang diajukan harus didukung oleh data dan fakta empiris-objektif, baik bedasarkan penelitian langsung (obsevasi lapangan, atau percobaan di laboratorium), juga diperlukan sumbangan material berupa temuan baru dalam segi tata kerja, dalil-dalil, atau hukum tertentu tentang salah satu aspek atau lebih di bidang spesialisasinya.

4.Tesis adalah karya tulis ilmiah yang sifatnya lebih mendalam dibandingkan dengan skripsi. Tesis mengungkapkan pengetahuan baru yang diperoleh dari penelitian sendiri.

5. Disertasi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasarkan data dan fakta yang sahih (valid) dengan analisis yang terinci). Disertasi ini berisi suatu temuan penulis sendiri, yang berupa temuan orisinal. Jika temuan orisinal ini dapat dipertahankan oleh penulisnya dari sanggahan penguji, penulisnya berhak menyandang gelar doktor (S3).

Manfaat Penyusunan karya ilmiah Menurut sikumbang (1981), sekurang-kurangnya ada enam manfaat yang diperoleh dari kegiatan tersebut.

1. Penulis dapat terlatih mengembangkan keterampilan membaca yang efektif karena sebelum menulis karya ilmiah, ia mesti membaca dahulu kepustakaan yang ada relevansinya dengan topik yang hendak dibahas.

2. Penulis dapat terlatih menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber, mengambil sarinya, dan mengembangkannya ke tingkat pemikiran yang lebih matang.

3. Penulis dapat berkenalan dengan kegiatan perpustakaan seperti mencari bahan bacaan dalam katalog pengarang atau katalog judul buku.

4. Penulis dapat meningkatkan keterampilan dalam mengorganisasi dan menyajikan data dan fakta secara jelas dan sistematis.

5. Penulis dapat memperoleh kepuasan intelektual.

6. Penulis turut memperluas cakrawala ilmu pengetahuan masyarakat.

Sumber referensi :


Penalaran Deduktif


Nama : Eka Rohmawati
Kelas : 3EB17
NPM : 22210293

PENALARAN DEDUKTIF
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengankonklusi (consequence). Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.
Ada dua jenis metode dalam menalar yaitu induktif dan deduktif.
1.Metode induktif
Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti. Generalisasi adalah bentuk dari metode berpikir induktif. Contoh:
Jika dipanaskan, besi memuai.
Jika dipanaskan, tembaga memuai.
Jika dipanaskan, emas memuai.
Jika dipanaskan, platina memuai.
Jika dipanaskan, logam memuai.
Jika ada udara, manusia akan hidup.
Jika ada udara, hewan akan hidup.
Jika ada udara, tumbuhan akan hidup.
Jika ada udara mahkluk hidup akan hidup.

2.Metode deduktif
Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
Contoh: Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.

Disini, kita akan membahas penalaran deduktif, dimana penjelasannya sebagai berikut :

Definisi Penalaran Deduktif

Penalaran Deduktif, yaitu adalah cara berpikir dengan berdasarkan suatu pernyataan dasar untuk menarik kesimpulan. Macam-Macam Silogisme di dalam Penalaran Deduktif:
Di dalam penalaran deduktif terdapat entimen dan 3 macam silogisme, yaitu silogisme kategorial, silogisme hipotesis dan silogisme alternatif.

1.    Silogisme Kategorial
Silogisme kategorial disusun berdasarkan klasifikasi premis dan kesimpulan yang kategoris. Premis yang mengandung predikat dalam kesimpulan disebut premis mayor, sedangkan premis yang mengandung subjek dalam kesimpulan disebut premis minor. Silogisme kategorial terjadi dari tiga proposisi, yaitu:
Premis umum : Premis Mayor (My)
Premis khusus : Premis Minor (Mn)
Premis simpulan : Premis Kesimpulan (K)
Dalam simpulan terdapat subjek dan predikat. Subjek simpulan disebut term mayor, dan predikat simpulan disebut term minor.

Contoh :
My       : Semua mahasiswa adalah lulusan SLTA
Mn       : Saya adalah mahasiswa
K          : Saya lulusan SLTA

2.    Silogisme Hipotesis
Silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi konditional hipotesis.
Konditional hipotesis yaitu, bila premis minornya membenarkan anteseden, simpulannya membenarkan konsekuen. Bila minornya menolak anteseden, simpulannya juga menolak konsekuen.

Contoh :
My       : Jika tidak ada makanan, manusia akan kelaparan.
Mn       : Makanan tidak ada.
K          : Jadi, Manusia akan Kelaparan.

3.    Silogisme Alternatif
Silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif.
Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Simpulannya akan menolak alternatif yang lain.

Contoh :
My       : Kakak saya berada di Bandung atau Jakarta.
Mn       : Kakak saya berada di Bandung.
K          : Jadi, Kakak saya tidak berada di Jakarta.

4.    Entimen
Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan.

Contoh :
– Dia menerima hadiah pertama karena dia telah menang dalam sayembara itu.
– Anda telah memenangkan sayembara ini, karena itu Anda berhak menerima hadiahnya.

Sumber referensi :

Kamis, 19 Juli 2012

Kasus Pelanggaran Hak Cipta


PT. A adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang rekayasa genetika, berlangganan jurnal - jurnal asing dengan tujuan menyediakan fasilitas referensi kepada para penelitinya. Kebijakan PT. A tersebut berkaitan dengan research and development (R&D) yang di lakukan oleh PT. A untuk memperoleh produk-produk yang unggul.
Salah satu jurnal asing tersebut adalah science and technology yang di terbitkan oleh PT. B. PT. B adalah penerbit asing yang ada di indonesia diwakili oleh agen penjualan khusus. Untuk mempermudah penggunaan referensi tersebut, para peneliti memperbanyak / menggandakan artikel-artikel dalam science dan technology dan membuat dokumentasi berdasarkan topik topik tertentu. PT. B mengetahui perbanyakan yang di lakukan oleh para peneliti PT. A dan PT. B berpendapat bahwa perbanyakan yang di lakukan oleh para peneliti PT. A telah melanggar hak cipta.
PT. A adalah perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan referensi untuk para penelitinya untuk pengembangan pendidikan.
PT. B adalah perusahaan yang memuat ilmu pengetahuan yang bisa dijadikan refrensi ilmu pengetahuan.
PT. B adalah perusahaan asing yang ada di indonesia hanya di wakili oleh agen penjualan khusus
Bagaimana pendapat saudara terhadap kasus di atas yang hubungannya dengan ada tidaknya pelanggaran Hak Cipta ?


Pendapat :

Menurut pendapat saya, PT.A sudah melanggar hak cipta karena penggandaan artikel PT.B, apabila artikel PT.B memang sudah terdapat hak cipta maka tidak seharusnya PT.A melakukan itu, jika PT.A bergerak di bidang penyediaan referensi untuk para penelitinya untuk pengembangan pendidikan maka PT.A harus mempunyai batasan-batasan tentang setiap artikel (termasuk artikel PT.B). Setiap artikel yang dimuat atau diambil harus ada daftar pustaka / referensi nya sebagai bentuk penghargaan kepada penulis / pembuat artikel.

Nama : Eka Rohmawati
NPM:  22210293
Kelas : 2EB17